Minggu, 20 September 2020

 

 Artikel 

  Kendala Pembelajaran Daring di SMPN 2 Cibadak

Tati Ajeng Saidah, S.Pd, M.Pd

 

            Pembelajaran daring merupakan singkatan dari pembelajaran dalam jaringan, atau lebih dikenal dengan pembelajaran online. Ada lagi  istilah yang lain yang sering digunakan yaitu  belajar dari rumah (BDR), dan pembelajaran jarak jauh (PJJ), yang pengertiannya sebenarnya hampir sama dengan pembelajaran daring hanya berbeda istilah saja. Pembelajaran daring dilaksanakan seiring dengan berkembangnya wabah pandemi COVID-19 di Indonesia dengan jumlah korban yang terus meningkat baik yang positif ataupun yang meninggal dunia. Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah korban terutama anak anak dan untuk memutuskan rantai penyebaran COVID-19 ini maka Pemerintah baik Pusat maupun daerah mengeluarkan surat keputusan atau surat edaran untuk melaksanakan pembelajaran daring di sekolah-sekolah.
Pembelajaran daring sudah dimulai pada Bulan Maret 2020 yaitu pada pertengahan semester 2 tahun pelajaran 2019/2020 dan dilanjutkan pada awal tahun pelajaran 2020/2021. Khusus untuk pembelajaran daring tahun pelajaran 2020/2021 Pemerintah  kabupaten Sukabumi Jawa Barat mengeluarkan Surat edaran Bupati No 420/4523-disdik yang dikeluarkan pada tanggal 10 Juli 2020 yang intinya tidak boleh mengadakan kegiatan pembelajaran yang mengumpulkan siswa di sekolah, pembelajarannya tidak boleh memberatkan peserta didik dan tidak perlu mengejar target kurikulum.
SMP Negeri 2 Cibadak Kabupaten Sukabumi pada tahun pelajaran 2020/2021 melaksanakan pembelajaran daring sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan oleh bupati Sukabumi, yang diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada orang tua sebelum dilaksanakan pembelajaran daring ini, tujuannya adalah agar orang tua bisa bekerja sama dengan sekolah untuk memantau anaknya ketika melaksanakan pembelajaran. Setelah orang tua setuju dengan kegiatan pembelajaran daring ini maka dibagikan buku paket kepada setiap peserta didik agar peserta didik memiliki buku pegangan untuk menunjang keberhasilan dalam belajar.
Teknis pembelajaran daring ini diserahkan kepada kreatifitas masing-masing guru mata pelajaran. Sarana yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran daring ini bisa melalui grup WA, google classroom ataupun menggunakan zoom meeting. Jadwal pelajaran pembelajaran daring di SMPN 2 Cibadak dibuat berbeda dengan jadwal tatap muka biasa, yaitu pembelajaran dilaksanakan selama 6 hari dan dalam satu hari hanya terdiri dari 2 atau 3 mata pelajaran yang durasi mengajarnya 2 x 30 menit atau hanya 1 jam. Bagi peserta didik yang beragama islam, 30 menit sebelum pembelajaran dimulai dianjurkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan membaca Al Qu’ran, yang memang kegiatan ini biasa dilakukan pada saat pembelajaran normal. Untuk memantau pelaksanaan sholat dhuha dan pembacaan Al Qur’an setiap peserta didik harus menuliskannya di dalam format khusus yang sudah dibuat oleh pihak sekolah, yang harus ditanda tangani oleh orang tua dan setiap satu bulan sekali format laporan ini harus dikumpulkan ke sekolah.
Teknis untuk pengumpulan tugas dari peserta didik dapat dilakukan dengan beberapa cara tergantung dari kesiapan peserta didik, bisa dikumpulkan melalui grup WA atau google classroom dan bisa juga dikumpulkan oleh orang tua ke sekolah.  Agar orang tua tidak setiap hari  ke sekolah, maka pihak sekolah telah membuat jadwal pengumpulan tugas oleh Wakasek Kurikulum yaitu setiap 2 minggu sekali.
            Setelah satu bulan berjalan pembelajaran daring ini dirasakan banyak kendala yang dialami oleh guru dan peserta didik. Kendala yang dialami oleh peserta didik yaitu :
1.      Masih ada peserta didik yang belum memiliki HP android sehingga sulit untuk mengakses materi ataupun tugas yang diberikan melalui grup WA ataupun google classroom
2.  Peserta didik memiliki HP android tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membeli kuota internet setiap saat
3.  Peserta didik memiliki HP android dan memiliki kuota, tetapi kapasitas memorinya terbatas sehingga tidak bisa membuka tugas yang diberikan yang dibuat dalam bentuk google form ataupun aplikasi lainnya
4.     Peserta didik memiliki HP android, memiliki kuota dan kapasitas memorinya banyak tetapi lebih sering menggunakanannya untuk kegiatan lain seperti bermain game online bagi peserta didik laku-laki ataupun menonton drama korea bagi peserta didik perempuan sehingga menjadi lupa waktu dan mengabaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru
5.    Waktu belajar setiap mata pelajaran yang hanya 1 jam dalam satu minggu terkadang tidak cukup waktu bagi peserta didik dalam memahami materi pelajaran yang dikirim oleh guru baik berupa video pembelajaran ataupun Ppt  sekaligus dengan mengerjakan tugas yang harus diberikan oleh guru.
Kendala pembelajaran daring yang dihadapi oleh guru yaitu :
1.    Guru sulit memantau aktivitas peserta didik apakah mengikuti  pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.
2.  Guru kesulitan untuk memberikan motivasi belajar bagi peserta didik yang malas karena pembelajarannya hanya dilakukan melalui grup WA ataupun google classroom. Kalupun guru memberikan motivasi di grup WA, belum tentu dibaca oleh semua peserta didik
3.     Guru sulit untuk melakukan penilaian sikap peserta didik karena tidak bisa melakukan tatap muka langsung dengan peserta didik
4.      Masih ada beberapa guru yang belum menguasai IT terutama guru senior, sehingga harus dibantu oleh guru lain yang memiliki kemampuan IT yang lebih baik
5.   Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam pembelajaran agar peserta didik tidak bosan dengan metode pembelajaran yang telah dilaksanakan, dan ini memerlukan waktu yang cukup banyak dalam membuat persiapan sebelum melaksanakan KBM.
 
Untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh guru maka setiap sebulan sekali diadakan pertemuan atau rapat dinas antara kepala sekolah dan guru untuk mngevaluasi jalannya pembelajaran daring ini. Setiap guru yang memiliki kendala bisa bertukar pikiran dengan guru lain yang mungkin memiliki tehnis khusus untuk  mengatasi kendala tersebut. Beberapa cara yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh peserta didik dan guru yaitu :
1.  Bagi peserta didik yang tidak memiliki hp android atau memiliki hp tetapi tidak bisa membeli kuota setiap saat maka pihak sekolah menyediakan print out materi atau tugas dari setiap guru mata pelajaran yang nantinya harus diambil oleh orang tua ke sekolah setiap seminggu sekali dan mengumpulkan hasil tugas peserta didik pada saat pengambilan print out pada minggu berikutnya.
2.   Bagi peserta didik yang memiliki hp android tetapi kapasitas memori sedikit maka pengumpulan tugasnya tidak harus secara online, tetapi dikumpulkan ke sekolah sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat oleh pihak sekolah
3. Pihak sekolah melalui wali kelas bekerja sama dengan orang tua dalam memantau kegiatan pembelajaran daring yang dilakukan oleh peserta didik di rumah dan melaporkan ke wali kelas atau guru mata pelajaran bila ada kendala yang di hadapi oleh peserta didik.
4.  Dalam memberikan tugas kepada peserta didik, guru memberkan batasan dengan memberikan soal yang tidak terlalu  banyak, supaya tidak memberatkan peserta didik dalam mengerjakan tugasnya supaya bisa menyelesaikannya tepat waktu sesuai dengan jadwal KBM daring setiap harinya.
5.  Dalam melakukan penilaian sikap, guru bisa menilai etika penggunaan bahasa yang digunakan oleh peserta didik pada saat bertanya ataupun mengumpulkan tugas. Misalnya apakah bahasa yang digunakannya santun atau tidak, mengirimkan tugasnya pada waktu yang telah ditentukan oleh guru atau tidak .
6. Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa untuk penilaian setiap mata pelajaran ataupun kehadiran peserta didik prinsipnya sama seperti KBM tatap muka, supaya peserta didik tidak mengabaikan pembelajaran daring ini.
7.    Guru yang tidak menguasai IT tidak perlu malu untuk bertanya ataupun meminta bantuan kepada guru lain yang lebih memahami tentang IT.
8.  Guru membuat persiapan yang cukup untuk pembelajaran daring ini dan harus mau untuk mempelajari hal hal baru yang berkaitan dengan pembelajaran yang belum dikuasai  misalnya belajar cara menggunakan google forms, google classroom, zoom meeting ataupun membuat video pembelajaran yang sederhana.
Dengan seiring waktu berjalannya pembelajaran daring ini,  kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan peserta didik bisa diatasi sedikit demi sedikit,  segala sesuatu juga memerlukan proses sebelum menghasilkan sesuatu yang baik termasuk pembelajaran daring ini agar semua bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan,  Marilah kita semua berdoa supaya pandemi COVID - 19 ini berlalu dari bumi Indonesia tercinta ini, supaya sekolah bisa melaksanakan kembali KBM tatap muka seperti biasanya.
 

1 komentar:

  1. Guru IPA yang gemar menulis. Artikelnya sangat menarik sesuai dengan kondisi kita sekarang ini.

    BalasHapus

Utama

   Artikel    Kendala Pembelajaran Daring d i S MPN 2 Cibadak Tati Ajeng Saidah, S.Pd, M.Pd               Pembelajaran daring merupak...